Rabu, 22 September 2021

CATHOLIC VOCATION OF THE BUSINESS LEADER

Menindak lanjuti kajian organisasi bisnis berdasarkan ensiklik sosial Caritas in Veritate oleh Paus Benediktus XVI yang menegaskan keyakinan Gereja yang sangat mendalam bahwa setiap orang kristiani dipanggil untuk melakukan kasih yang sesuai dengan panggilannya dan sesuai dengan tingkat pengaruh yang dimilkinya. Begitu pula dengan komunitas Profesional dan Usahawan Katolik (PUKAT) yang sudah bergerak dan terbentuk di banyak Keuskupan, maka sungguh tepat bila kita mengadakan satu retret bisnis bagi para profesional dan usahawan katolik agar dapat memahami lebih dalam untuk apa dan bagaimana berbisnis / atau berkarya dalam usaha dengan sikap kepemimpinan yang tepat dan sesuai dengan kacamata iman katolik.

Sebagai Profesional dan Usahawan Katolik, kita mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan panggilan hidup kita, dengan selalu “mengangkat nilai pekerjaan kita menjadi suatu profesi yang mulia, demi kesejahteraan bersama (bonum commune)”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PUKAT Keuskupan Bandung, bekerjasama dengan Komisi Keadilan dan perdamaian Keuskupan Bandung, Kerasulan Awam, Komunitas Pengusaha dan Profesional Katolik (KPPK) Bandung, Paguyuban Wirausahawan Katolik (PAWIKA) Bandung, serta komunitas lain yang berkarya di “market place”, yang mempunyai keprihatinan yang sama untuk membangun anak bangsa melalui dunia usaha sesuai dengan minat dan talenta kita masing-masing, demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Retret bisnis ini berpedoman kepada permenungan bagi market place, yang di gagas oleh komisi kepausan untuk keadilan dan perdamaian, yang terangkum dalam “Vocation of the Business Leader”. Kegiatan yang dihadiri oleh 62 orang profesional dan usahawan katolik dari Bandung dan dari Keuskupan Agung Jakarta, keuskupan Agung Samarinda, Keuskupan Agung Makasar, dan beberapa kota lain, terselenggara di Crown Plaza Hotel Bandung, 1 – 3 Desember 2017.

Kita sudah diingatkan oleh Bapa Suci, bahwa sebagai umat beriman kristiani dan kepada mereka yang berkehendak baik tentang apa arti “menjadi manusia”, untuk bersyukur kepada Allah atas begitu banyak cara, DIA melimpahkan rahmat-NYA kepada kita setiap hari, dan untuk menggunakan segala anugerah dan talenta, yakni sumber daya kita, entah besar maupun kecil, sebagai anugerah bagi orang lain dan untuk membuat dunia ini tempat tinggal yang lebih baik. Begitu pula dalam cara pandang mengenai dunia usaha dalam kacamata iman katolik, berbagi Kasih serta mempertebal iman dan harapan. Membekali diri dengan spiritualitas agar kemudian dapat mengaktualisasikan spirit kita sebagai profesional dan usahawan, bersama para pimpinan gereja untuk mewujudkan Kerajaan Allah di tempat kita bekerja dan berkarya. Pesan tersebut senafas dengan refleksi yang dilakukan oleh Komisi Kepausan Untuk Keadilan Dan Perdamaian (K3P), yaitu lewat seminar yang berjudul “Caritas in Veritate” bagi para pebisnis dunia (tahun 2010) yang masih relevan sampai saat ini.