Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Minggu, 22 Agustus 2021)

Bacaan: Mazmur 145:18 “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.”

Renungan:
Ada seorang pria tua yang sedang sakit parah. Keluarganya memanggil Pastor agar dapat berdoa untuk pria tua tersebut. Setelah Pastor masuk kamar pria tua itu dan duduk, ia melihat sebuah kursi lain di sebelah tempat tidur pria tersebut. Pastor itu berkata, “Wah, sepertinya saya bukan tamu pertama anda hari ini.” Pria tua itu kini mendongak, bingung sejenak, lalu menyadari bahwa sang Pastor melihat kursi kosong yang diletakkan di dekat tempat tidurnya itu. Kemudian ia berkata kepada sang Pastor, “Iya Pastor. Saya akan ceritakan tentang kursi itu. Bertahun-tahun lalu saya merasa sulit untuk berdoa. Jadi pada suatu hari saya ceritakan masalah ini pada Pastor sebelum anda. Ia berkata bahwa dalam berdoa saya tidak perlu khawatir harus berlutut atau mengambil suatu posisi yang saleh. Ia mengajari saya sambil berkata, ‘Duduk saja dengan santai. Taruhlah sebuah kursi di seberang anda, bayangkan Yesus duduk di situ. Lalu berbicaralah dengan-Nya seperti anda sedang berbicara dengan seorang sahabat.’ Saya pun melakukannya sejak saat itu dan saya benar-benar merasa bahwa ada satu Pribadi yang sedang duduk dan mendengarkan saya. Kami sering berbincang-bincang dan membicarakan banyak hal. Dia bukan saja telah menjadi Juruselamat saya, tapi Dia benar-benar telah menjadi seorang sahabat sejati bagi saya.”
Setelah berbincang-bincang beberapa saat dan setelah selesai berdoa bagi pria tua tersebut, sang Pastor pun pulang. Namun tak lama kemudian, putri sang pria tua itu menelepon sang Pastor untuk memberitahu bahwa ayahnya telah meninggal mendadak setelah sang Pastor pulang. Putrinya berkata, “Saya baru saja pergi untuk tidur selama satu atau dua jam. Ia sepertinya tidur dengan sangat nyaman. Namun saat saya kembali ternyata ia sudah tiada. Yang aneh tangannya berada di kursi kosong di samping tempat tidurnya, seperti sedang memegang seseorang. Tidakkah itu aneh, Pastor?” Pastor pun menjawab, “Tidak, itu tidak aneh. Karena saya telah mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.”
Sebuah doa yang hidup adalah sebuah doa yang dilakukan secara pribadi, seolah-olah kita sedang bercakap-cakap dengan seorang sahabat dan saling berbagi cerita. Jadi, bila kita ingin doa kita hidup, jangan berdoa seolah-olah Tuhan itu jauh di atas sana. Namun berdoalah dengan iman dan kepercayaan bahwa Tuhan sedang berada di sisi kita dan sangat rindu untuk bercakap-cakap dengan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, yakinkanlah aku bahwa Engkau begitu dekat denganku, sehingga saat aku berdoa, aku tahu Engkau ada dekat denganku seperti seseorang sedang bercakap-cakap dengan sahabatnya. Amin. (Dod).