Selasa, 21 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Rabu, 11 Agustus 2021)

Bacaan: Yesaya 43:18-19 “Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Renungan:
Suatu kali ada seseorang yang bermimpi Tuhan meletakkan dua buah kotak di kedua tangannya untuk dijaga. Lalu Tuhan berpesan, “Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam dan masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas.” Ia pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Setiap kali mengalami kesedihan, maka ia meletakkannya ke dalam kotak hitam. Sebaliknya tatkala bergembira maka ia meletakkan kegembiraan itu ke dalam kotak berwarna emas. Tetapi ia merasa heran, semakin lama kotak emasnya semakin bertambah berat, sebaliknya kotak hitamnya tetap saja ringan seperti semula. Karena merasa penasaran, ia pun membuka kotak yang berwarna hitam. Ternyata ada lubang besar di dasar kotak berwarna hitam itu, yang menyebabkan semua penderitaan yang ia masukkan selalu jatuh keluar. Diselimuti kebingungan, ia pun menunjukkan lubang tersebut kepada Tuhan dan bertanya, “Tuhan, ke mana perginya semua penderitaanku itu?” Dengan senyum-Nya yang hangat, Tuhan pun menjawab, “Anak-Ku, semua penderitaanmu itu ada pada-Ku.” “Ada pada-Mu, lalu mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak emas yang tidak berlubang dan kotak hitam yang berlubang?” tanyanya kembali. Tuhan pun menjawab lagi, “Anak-Ku, tujuan kotak emas Ku berikan agar kau senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan kepadamu, sedangkan kotak hitam yang berlubang Aku berikan supaya engkau melupakan penderitaanmu dan tidak mengingat-ingatnya lagi.” Setelah mendengar itu, ia terbangun dan mendapat suatu pelajaran yang sangat berharga, serta bertekad untuk selalu memenuhi kotak emasnya.
Sebagai manusia, kita pasti mengalami dua sisi kehidupan. Mau tidak mau, hidup ini sudah satu paket yang merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan yaitu, baik dan buruk, senang dan susah. Kita pernah menerima hal-hal baik yang membuat kita bahagia, tetapi kita juga pasti pernah menerima hal-hal buruk yang bisa membuat kita berduka. Namun seringkali kita lebih cenderung untuk mengingat hal-hal yang membuat kita berduka, yang bernilai buruk, yang bahkan membuat kita sulit untuk maju, sehingga kebahagiaan kita terancam olehnya. Sebaliknya, dengan belajar mengingat hal-hal yang baiklah kita lebih bisa mensyukuri hidup. Ada begitu banyak berkat, kebaikan dan keajaiban Tuhan yang perlu kita kenang, yang seharusnya membuat kita mampu mengabaikan hal-hal buruk yang bisa melemahkan iman dan kehidupan kita. Ingat dan hitunglah semua kebaikan Tuhan yang pernah kita alami, agar kita dikuatkan. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, tolonglah aku agar dalam menjalani kehidupan ini, aku lebih fokus untuk mengingat setiap kebaikan-Mu. Amin. (Dod).