Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Rabu, 4 Agustus 2021)

Bacaan: Yakobus 3:4-6 “Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.”

Renungan:
David Gunn dipilih menjadi direktur kereta api pada tahun 1980-an dan William Bratton diangkat sebagai komandan keamanan kereta api di New York. Pada masa itu, angka kejahatan yang terjadi di stasiun maupun di dalam kereta api sangat tinggi. Bahkan mahasiswa asing diingatkan oleh mentornya agar mereka selalu membawa uang minimal 5 dolar untuk diberikan kepada para geng jika mereka bertemu dengan pemalak. Kedua pengurus kereta api yang baru diangkat itu sepakat untuk membasmi kejahatan ini dari hal-hal kecil. Mereka mulai dari aksi corat-coret yang dilakukan oleh para geng. Untuk mencoret, para anggota geng membutuhkan waktu tiga hari, di mana hari pertama memberi cat dasar, hari kedua memasang pola dan hari ketiga mereka mencoret. Para petugas telah siap sehingga pada hari itu juga coretan tersebut dibersihkan hingga tanpa bekas. Begitu seterusnya hingga akhirnya tidak ada lagi aksi corat-coret. Dari situ mereka mulai menertibkan peraturan kereta api. Bagi yang melawan langsung diborgol dan diberi hukuman dengan berdiri di depan loket. Sepuluh tahun setelah pengangkatan Gunn dan Bratton, angka kejahatan merosot hingga 75%.
Kedua orang ini sama-sama mengetahui bagaimana cara menangani masalah besar yang sedang mereka hadapi. Sebagaimana sebuah masalah muncul dari hal kecil, mereka pun menanganinya dari hal-hal kecil. Mereka tidak melihat seberapa besar masalah yang mereka hadapi. Mereka hanya fokus kepada hal-hal kecil yang bahkan bagi orang lain tidak diperhatikan. Tetapi, justru dari titik inilah mereka dapat mengatasi persoalan-persoalan besar.
Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan rohani kita. Lidah adalah bagian kecil dalam diri manusia, namun dapat menimbulkan hal-hal yang besar. Firman Tuhan berkata jika kita mampu mengendalikan lidah kita, maka kita telah mengendalikan seluruh kehidupan kita. Namun, justru seringkali kita kurang memahami bagian ini, sehingga dari perkataan yang sedikit saja jika terus menerus dibiarkan akan membawa petaka besar bagi diri sendiri. Seperti halnya seseorang yang dengan sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala di hutan, mampu menghanguskan seluruh hutan yang besar. Oleh sebab itu, belajarlah untuk mengendalikan hidup kita dengan mengendalikan lidah. Karena tanpa kita sadari mungkin saja sebagian besar masalah kita disebabkan oleh perkataan-perkataan kita yang tidak disengaja. Maka sebisa mungkin kurangilah kesalahan-kesalahan dengan mengendalikan lidah kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, bantulah aku untuk dapat mengatasi masalah-masalah kecil dalam hidupku dengan baik, sehingga tidak bertimbun-timbun yang pada akhirnya menjadi masalah yang besar dalam hidupku. Amin. (Dod).


Selamat pagi dan berkiprah dihari Rabu.Tuhan Yesus Yang Maharahim dan Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dan umat manusia di muka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekeluarga dan manusia di seluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dan kesehatan prima sepanjang tahun 2021. Amen.+BDGY.