Rabu, 22 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Sabtu, 11 September 2021)

Bacaan: Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”

Renungan:
Selama invasi Rusia, suatu ketika Napoleon terpisah dari para anak buahnya dan terlihat oleh musuhnya yaitu The Russian Cossacks. Mereka mengejar Napoleon melalui lorong jalan yang berbelok-belok. Akhirnya Napoleon masuk ke sebuah toko permadani dan minta tolong pemiliknya untuk menyelamatkannya. Pemilik toko menyuruhnya bersembunyi di bawah tumpukan permadani di sudut, lalu meninggikan tumpukannya. Tak lama kemudian The Russian Cossacks masuk ke toko itu dan bertanya tentang keberadaan Napoleon. Pemilik toko berkata tidak tahu. Tentara itu pun mengobrak-abrik tempat itu dan menusuk-nusuk permadani dengan pedang mereka, tetapi tidak bisa menemukannya. Akhirnya mereka menyerah dan pergi. Setelah mereka pergi, Napoleon keluar dari persembunyiannya tanpa terluka. Tidak lama kemudian pengawal pribadinya datang menjemput. Sebelum Napoleon pergi, pemilik toko bertanya, “Maaf tuan, bagaimana rasanya berada di bawah tumpukan permadani dan menyadari setiap saat anda bisa terbunuh?” Mendengar hal itu, Napoleon mendadak marah. Ia segera menyuruh pengawalnya menutup mata pemilik toko itu, menyeretnya keluar dan menempelkannya ke tembok. Pemilik toko tidak bisa melihat apa-apa tetapi ia bisa mendengar para pengawal berderet dan menyiapkan senapan mereka. Kemudian ia mendengar Napoleon berkata, “Siap! Tembak!” Pemilik toko itu sangat ketakutan dan air matanya bercucuran. Tiba-tiba penutup matanya dibuka dan Napoleon berkata kepadanya, “Sekarang kamu tahu jawaban atas pertanyaanmu.”
Napoleon sengaja melakukan hal tersebut terhadap orang yang baru saja menolongnya, karena Napoleon tahu bahwa merasakan secara langsung itu adalah jauh lebih baik daripada sekadar mendengar cerita tentang perasaan Napoleon. Begitu pula dalam hubungan kita dengan Tuhan. Mendengar kisah tentang pengalaman orang lain itu memang mengasyikkan, tetapi itu hanya sedikit manfaatnya bagi pertumbuhan rohani dan karakter kita. Supaya bertumbuh, kita perlu merasakan dan mengalami sebanyak mungkin pengalaman bagi diri sendiri. Jadi jangan hanya mendengar dari orang lain tentang pertolongan Tuhan, tentang kuasa Tuhan ataupun tentang hadirat Tuhan, namun mari mengalaminya sendiri. Karena pengalaman pribadi jauh lebih membuat iman kita hidup dan bertumbuh daripada hanya mendengar dari kata orang. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih karena aku boleh merasakan pertolongan-Mu dalam hidupku. Ajarilah aku untuk selalu menghitung setiap pertolongan dan berkat-berkat-Mu, sehingga ketika masalah mendera hidupku, aku tidak tawar hati karena aku tahu, kalau kemarin aku ditolong, hari ini pun pertolongan-Mu selalu ada untukku. Amin. (Dod).