Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Selasa, 10 Agustus 2021)

Bacaan: 2 Tawarikh 21:1-4 “Kemudian Yosafat mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Yoram, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Saudara-saudaranya, anak-anak Yosafat, ialah: Azarya, Yehiel, Zakharia, Azariahu, Mikhael dan Sefaca. Mereka semua anak-anak Yosafat, raja Israel.
Ayahnya memberikan kepada mereka banyak pemberian, berupa emas dan perak dan barang-barang berharga, juga kota-kota berkubu di Yehuda. Tetapi kedudukan raja diberikannya kepada Yoram, karena dialah anak sulungnya.
Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel.”

Renungan:
Ketika jutawan J.P. Morgan meninggal dunia, ditemukan suatu fakta bahwa setahun sebelum ia meninggal, ia telah menulis surat wasiat. Surat wasiat itu berisikan 10.000 kata, terdiri dari 37 pasal. Banyak hal yang disebutkan di dalam surat wasiat itu, tetapi ada satu hal penting yang tercantum di dalamnya. Morgan menulis, “Saya menyerahkan jiwa saya ke dalam tangan Juruselamat saya dengan penuh kepercayaan, bahwa karena Ia telah menebus saya dengan darah-Nya yang mulia itu. Saya akan dihadapkan kepada Bapa saya yang di sorga tanpa bercacat cela sedikitpun. Saya meminta dengan sangat kepada anak-anak saya untuk memelihara dan membela doktrin penebusan melalui darah Kristus itu dengan gigih, betapa pun besar pengorbanan yang harus diberikan untuk hal itu.”
Salah satu hal baik yang dapat ditiru dari Yosafat dalam bacaan di atas adalah bahwa ia memikirkan masa depan anak-anaknya. Sebelum meninggal, Yosafat memberikan harta warisan kepada anak-anaknya. Yosafat memberikan kepada anak-anaknya emas, perak dan barang-barang berharga lainnya, bahkan kota-kota berkubu di Yehuda. Karena jabatan raja sudah pasti jatuh ke tangan Yoram, anaknya yang sulung, maka harta warisan dibagi-bagikannya di antara anak-anaknya yang lain. Ini tentu adalah cara yang bijaksana dari Yosafat. Mungkin tujuannya adalah agar anak-anaknya yang lain itu tidak cemburu terhadap Yoram yang menjadi raja menggantikannya. Tetapi sayang, Yosafat rupanya tidak mewariskan sikap takut akan Tuhan yang dimilikinya kepada anak-anaknya, terutama kepada Yoram. Ia tidak mewariskan hal-hal rohani yang perlu kepada anak-anaknya. Akibat keserakahannya terhadap kekuasaan, Yoram membunuh semua saudara-saudaranya.
Orang tua yang baik pasti akan memikirkan masa depan anak-anaknya jika kelak ia akan meninggalkan dunia ini. Karena itulah mereka akan meninggalkan warisan bagi anak cucunya. Mungkin mereka tidak banyak harta atau uang, namun mereka tetaplah meninggalkan sesuatu yang berharga bagi anak cucunya. Memang hal itu adalah perbuatan yang mulia. Alkitab sendiri berkata bahwa orang baik mewariskan harta bagi anak cucunya (Amsal 13:22). Tetapi jangan lupa, hal utama yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita adalah warisan rohani, yakni sikap takut akan Tuhan. Sebab harta duniawi tanpa harta rohani adalah sebuah kesia-siaan. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk memberikan warisan rohani kepada anak-anakku, bukan hanya warisan materi. Amin. (Dod).


Selamat pagi dan berkiprah dihari Selasa.Tuhan Yesus Yang Maharahim dn Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dan umat manusia di muka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekeluarga dan manusia di seluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dan kesehatan prima sepanjang tahun 2021. Amen.+BDGY.