Rabu, 27 Oktober 2021

Kencan Dengan Tuhan (Senin, 27 September 2021)

Bacaan: 2 Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

Renungan:
Ada seorang Yunani yang sedang melamar bekerja di sebuah perusahaan. Pada saat wawancara, pewawancaranya merasa senang dengan kepribadian orang itu dan setuju bila ia bekerja di perusahaan tersebut. Namun setelah ditanya, ternyata orang itu tidak bisa membaca ataupun menulis. Ia hanya bisa menulis namanya sendiri dan tanda tangan. Padahal pekerjaan yang dibutuhkan adalah juru ketik. Jadi terpaksa lamarannya ditolak. Orang itu menjadi sedih karena tidak bisa diterima bekerja di kantor itu. Singkat cerita orang itu pergi ke Amerika dan tinggal di sana. Ia mencoba untuk berdagang di pasar yang tidak membutuhkan surat menyurat. Dia terus berjualan dan akhirnya ia menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Saat ia mulai berhasil, ia mengembangkan usaha perkreditan dan ketika usaha perkreditannya berkembang, akhirnya ia mengembangkannya menjadi bank dan pada akhirnya ia menjadi seorang bankir. Dalam kesuksesannya sebagai seorang bankir, seorang wartawan mewawancarainya dan menemukan kisahnya bahwa dulu ia tidak bisa membaca dan menulis. Wartawan itu kaget dan berkata, “Wah, bapak ini luar biasa. Tidak bisa membaca dan menulis saja bapak bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses, apalagi kalau bapak bisa membaca dan menulis, pasti bapak jauh akan lebih sukses lagi. Mendengar pernyataan wartawan itu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berkata, “Tidak, kalau saya bisa membaca dan menulis sejak kecil, maka saya justru tidak akan menjadi pengusaja, tapi saya hanya akan menjadi seorang juru ketik.”
Kelemahan atau kekurangan seseorang memang bisa memberikan dampak yang negatif, namun kelemahan dan kekurangan seseorang juga bisa memberikan dampak yang positif. Yang membedakan adalah karakter dan sikap seseorang terhadap kekurangannya itu. Apakah dia akan menyerah terhadap kekurangannya atau justru menjadikannya sebagai batu loncatan, pendorong dan motivasi untuk meraih keberhasilan yang jauh lebih besar. Jadi jangan pernah menyerah dan berpangku tangan walaupun kita memiliki kekurangan, namun gunakan itu sebagai batu loncatan dan pendorong untuk meraih impian yang lebih besar. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, yakinkan aku bahwa segala sesuatu yang telah Kau percayakan padaku akan menjadi berkat dalam kehidupanku di saat ini dan di masa depanku. Amin. (Dod).