Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Senin, 9 Agustus 2021)

Bacaan: Ulangan 30:19
“Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.”

Renungan:
Ada dua orang bersaudara, yang satu kecanduan minuman keras, dan karena kelakuannya, ia selalu menyiksa anak istrinya. Saudaranya yang satu lagi adalah seorang pengusaha yang sukses, dihormati dalam masyarakat dan memiliki keluarga yang bahagia. Suatu hari seorang wartawan bertanya kepada mereka, mengapa mereka lahir dari ibu yang sama, tetapi berbeda dalam tingkah laku dan penghasilan hidup mereka. Saudara tertua yang kecanduan minuman keras ditanya, “Mengapa engkau menjadi seorang pecandu minuman keras dan selalu menyiksa istri dan anakmu? Apa yang mendorongmu melakukan semua itu?” Ia pun menjawab, “Ayahku! Ia adalah pecandu minuman keras dan ia selalu menyiksa keluarganya. Jadi, aku pun menjadi seperti sekarang ini, seperti ayahku.” Wartawan itu kemudian pergi kepada saudaranya yang pengusaha dan bertanya, “Bagaimana mungkin kau bisa melakukan yang baik. Engkau berhasil dalam kehidupanmu dan menyayangi keluargamu? Apa yang telah memotivasimu melakukannya?” Ia pun menjawab, “Ayahku! Ketika masih kecil, aku melihat ayah kecanduan minuman keras dan ia selalu menyiksa kami. Ia melakukan banyak kekeliruan yang menyusahkan keluarganya. Melihat itu, pikiranku jadi terbuka bahwa kelak aku tidak mau mengikuti jejak ayah. Aku bertekad mengubah hidup dan menciptakan keadaan yang jauh lebih baik. Itulah sebabnya aku menjadi seperti sekarang ini.”
Orang-orang terdekat kita tidak selalu bisa memberikan teladan yang baik. Bahkan orang yang kita harapkan dapat menjadi contoh yang baik, bisa saja memperlihatkan kebiasaan yang sama sekali tidak kita harapkan. Akan tetapi, yang menentukan apakah kita akan menjalani kehidupan yang lebih baik bukanlah kebiasaan orang-orang yang dekat dengan kita. Yang menentukan akan menjadi apa kita kelak, adalah diri kita sendiri, pilihan kita! Jangan pernah menyalahkan orang tua atau siapapun yang sudah memperlihatkan teladan buruk pada kita. Kita bisa menentukan sikap, mengambil yang positif dari segala kejadian dan membuang sisi negatif dari apa yang pernah kita lihat dan kita dengar.
Alkitab sudah memberikan panduan jika kita ingin mendapatkan yang terbaik, yaitu jika seseorang ingin hidup, ia harus memilih kehidupan. Carilah yang baik, dan bukan yang jahat. Tuhan tidak pernah menentukan agar seseorang hidup dalam masalah, kesengsaraan dan kegagalan. Kita harus mempercayai Dia sebagai Bapa yang mengasihi dan peduli. Ia menginginkan kita menikmati kehidupan yang diberkati. Jika mau, kita harus bersedia bekerja sama dengan-Nya. Tinggalkan kebiasaan buruk dan pilihlah jalan yang lebih baik di mana Tuhan menjanjikan berkat dan kesuksesan di dalamnya. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, sekalipun mataku melihat banyak ketidakbenaran, tapi aku mau memilih jalan menuju hidup. Berkatilah tekad dan kerinduanku ini. Amin. (Dod).


Selamat pagi dan berkiprah dihari Senin. Tuhan Yesus Yang Maharahim dan Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dan umat manusia dimuka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekeluarga dan manusia di seluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid-19 serta memberi kesejahteraan dan kesehatan prima sepanjang tahun 2021. Amen.+BDGY.