Selasa, 21 September 2021

Tuang Cairan Eco Enzyme ke Sungai

Ketua Umum PUKAT Nastional, Robert Hadi menuangkan cairan Eco Enzime di pinggir hulu anak sungai Cikapundung Bandung dalam rangka Hari Air Seluruh Dunia (World Water Day) 2021.

Hari Air Dunia diperingati setiap 22 Maret. Pada peringatan HAD kali ini tema yang dipilih adalah “Valuing Water”, yakni menghargai pentingnya air dalam berkehidupan. Pemilihan tema ini dilakukan untuk menyosialisasikan dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya air dalam kehidupan.

Peringatan ini dilakukan untuk lebih menyadarkan semua pihak akan pentingnya pengelolaan air demi kehidupan yang berkelanjutan. Berbagai permasalahan terkait air yang terjadi sekarang ini tidak terlepas dari sikap manusia yang kurang menghargai air. Bahkan, keberadaan air sering kurang dihargai sehingga menimbulkan daya rusak selain manfaat yang diambil.

Air ini di satu sisi berkah, di sisi lain bisa membawa musibah jika kita tidak menghargainya. Jika air tidak dikelola dengan baik, ia memastikan air akan menjadi musuh bagi manusia melalui sejumlah bencana yang terjadi. Begitupun sebaliknya, air akan memberikan semua kebaikan jika manusia mampu mengelolanya dengan baik.

Melalui peringatan Hari Air Dunia ini diharapkan akan makin banyak warga yang paham dan tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan terkait air saat ini. Pasalnya, dalam mengatasi persoalan terkait air ini tidak bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan peran pemerintah saja. Untuk itu, harus ada keterlibatan semua pihak baik swasta dan masing-masing warga lainnya agar berpartisipasi langsung dalam menjaga alam.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi untuk menetraliris pencemaran. Singkatnya, eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah, atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Eco Enzyme diklaim mampu melepaskan gas ozon (03) yang dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer yang membendung panas di awan. Sehingga, cairan itu akan mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global.

Eco enzym juga mengubah amonia menjadi nitrat (NO3), hormon alami dan nutrisi untuk tanaman. Selain itu, cairan itu dapat mengubah CO2 menjadi karbonat (CO3) yang bermanfaat bagi tanaman laut dan kehidupan laut.

Kelebihan lain yang dihasilkan dari eco enzyme adalah membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah, dan juga membersihkan air yang tercemar.

Karena natural dan bebas dari bahan kimia, eco enzyme mudah terurai, serta tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Menurut  Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, Cairan eco enzyme mulai digunakan sebagai cara untuk membersihkan sungai di Indonesia dari limbah rumah tangga hingga industri. Eco enzyme dipercaya mampu mengurai limbah yang berdampak buruk bagi kelestarian hidup di sungai. Setelah dituangkan eco enzyme, maka air sungai kembali normal karena kotoran yang ada dinetralisir eco enzyme.