Rabu, 27 Oktober 2021

Kencan Dengan Tuhan (Jumat, 24 September 2021)

Bacaan: Yakobus 1:2-4 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.”

Renungan:
Di dunia ini tidak ada satupun yang dapat bertahan lama. Di antaranya adalah kebahagiaan dan penderitaan. Tidak selamanya kebahagiaan dapat kita rasakan, dan tidak selamanya juga kita bergelut dalam penderitaan. Jika hari-hari kita selalu diisi dengan ratapan, kekhawatiran dan penyesalan, betapa miskinnya kita akan kebahagiaan. Ketika kebahagiaan disingkirkan dengan tidak memberi tempat baginya, maka yang kita lihat hanyalah awan tebal, walau di baliknya ada mentari yang bersinar. Tidak ada yang salah dengan air mata, kesusahan hati dan kekhawatiran. Namun hal ini cukuplah untuk sesaat saja. Masa-masa sulit tidak akan bertahan lama. Jika kita terus berusaha mencari jalan keluar, serta berdoa mengandalkan Tuhan, maka masa-masa sulit yang tengah kita hadapi saat ini pasti dapat kita jalani dengan baik.
Masalah dalam hidup ini adalah musuh bagi orang yang kecut hatinya, sebaliknya adalah guru yang baik bagi orang tangguh. Bagaikan batu asah, itulah masalah hidup. Masalah dalam hidup ini mengikis kebiasaan buruk, menajamkan daya peka kita terhadap suara Tuhan, membentuk karakter dan menghaluskan sifat kita yang keras. Masalah dalam hidup ini justru menolong kita untuk memiliki kualitas hidup yang semakin baik dari hari ke hari jika kita mau menyadarinya. Perih dan sakit, itu pasti! Namun, bersyukurlah karena kita adalah orang-orang yang beruntung, yang mendapat giliran untuk dibentuk menjadi semakin indah.
Mari kita sama-sama belajar menjadi orang yang tangguh. Tetaplah menari walau di tengah badai. Tetap berjuang walau jalan keluar tidak kunjung kita temukan. Tetap mengharapkan mentari walau yang terlihat awan tebal. Sebab badai pasti berlalu setelah memporak-porandakan, jalan keluar pasti ditemukan setelah kita mencarinya, mentari pun akan bersinar setelah awan tebal berlalu. Kita akan menjadi tangguh hanya jika kita berpegang teguh kepada Tuhan, sebab Dia, yang adalah Gunung Batu yang kokoh akan memberi kekuatan kepada kita. Mari, kita lewati masa-masa sulit dan tampillah sebagai pemenang. Bersama Tuhan kita pasti bisa. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, berilah kepadaku kesabaran, pengharapan dan damai sejahtera, agar aku dapat melihat jalan keluar yang telah Kau sediakan untuk masalah yang saat ini aku hadapi. Amin. (Dod).