Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Jumat, 25 Juni 2021)

Bacaan: Matius 9:16-17 “Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Renungan:
Seorang seniman Italia bernama Michaelangelo Buonarrotti mendapat perintah membuat lukisan untuk gereja. Ia telah mencoba merombak lukisannya berulang kali, namun ia belum dapat menciptakan lukisan yang baik menurutnya. Suatu hari ketika sedang berada di sebuah warung minuman, ia mendengar seorang laki-laki berkata kepada pelayannya, “Anggur ini sudah asam, segeralah membuangnya.” Maka pelayan itu pun memecahkan guci berisi anggur yang sudah asam tersebut sehingga air anggur mengalir keluar dan terbuang. Segera pelayan itu membawa sebuah guci berisi anggur baru. Melihat itu Michaelangelo segera pulang ke rumah dan membuang lukisan-lukisannya yang lama dan malam itu ia berhasil menciptakan sebuah lukisan baru yang sangat bagus.
Ketika kita terus memelihara sesuatu yang tidak baik di dalam hati dan pikiran, maka akan merampas semua sukacita dan peluang untuk maju. Memang masing-masing kita pasti memiliki pengalaman yang berbeda satu dengan yang lain. Kita semua tidak terlepas dari dua sisi kehidupan, yaitu sisi suka dan sisi duka. Suka dan duka di dalam kehidupan berumah tangga, di dalam bisnis serta pekerjaan, di dalam penderitaan karena sakit penyakit, di dalam menjalin hubungan dengan seseorang bahkan di dalam pelayanan. Tentu saja sisi suka akan senantiasa menjadi kenangan manis yang dapat membuat wajah kita berseri-seri bahkan tersenyum setiap kali mengingatnya. Tetapi yang biasanya jadi masalah adalah sisi duka yang tidak jarang membuat kita sedih atau bahkan menyebabkan kita menyimpan dendam serta kepahitan yang tidak pernah hilang.
Apakah kita banyak mengalami kegagalan, kekalahan, keterpurukan dan pengalaman menyakitkan selama masa pandemi covid 19 ini? Bangkit dan bangunlah iman kita kembali. Seseorang pernah berkata, “Waktu yang lalu tidak akan pernah sama dengan waktu yang akan datang.” Taruhlah harapan sepenuhnya kepada Tuhan dan lihatlah bagaimana Ia berkarya di dalam hidup kita. Buanglah anggur asam beserta kirbat lama itu dan milikilah anggur baru beserta kirbat baru yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku agar berani meninggalkan semua kegagalan dan kepahitanku untuk memulai sesuatu yang baru bersama-Mu. Amin. (Dod).
Selamat pagi dan berkiprah dihari Jumat.Tuhan Yesus Yang Maharahim dn Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dn umat manusia dimuka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekel dan manusia diseluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dn kesehatan prima sepanjang tahun 2021. Amen.+BDGY.