Rabu, 27 Oktober 2021

Kencan Dengan Tuhan (Minggu, 19 September 2021)

Bacaan: Yesaya 43:4 “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”

Renungan:
Seorang penulis bernama Marry Ann Bird mengisahkan tentang masa kecilnya dalam bukunya Whisper Test. Dia menulis, “Saya bertumbuh dengan keadaan sadar betul bahwa saya berbeda dan saya membencinya. Saya terlahir dengan keadaan langit-langit mulut tidak sempurna. Ketika saya mulai sekolah, teman sekolah saya membuat saya sadar bagaimana mereka melihat saya, seorang gadis kecil dengan cacat di bibirnya, hidung yang bengkok dan cara bicara yang aneh. Ketika teman sekelas saya bertanya, ‘Apa yang terjadi dengan bibirmu?’ Saya akan mengatakan kepada mereka bahwa saya jatuh dan sepotong kaca membuat bibir saya seperti ini. Bagaimanapun lebih mudah diterima cerita mengalami kecelakaan daripada saya dilahirkan dalam keadaan yang berbeda. Saya begitu yakin bahwa tidak ada yang bisa mengasihi saya selain keluarga saya. Hingga suatu saat, ada seorang guru di kelas 2 yang begitu kami kagumi, namanya Ibu Leonard. Dia pendek, bulat namun periang dan seorang wanita yang mempesona. Secara rutin sekolah kami melakukan tes pendengaran. Bu Leonard memberikan tes pendengaran kepada setiap anak di kelas dan akhirnya tiba giliran saya. Saya tahu bagaimana tes pendengaran dilakukan karena sudah pernah mengalaminya di kelas 1. Kami berdiri menghadap pintu dan menutup satu telinga. Guru duduk di mejanya lalu membisikkan sesuatu di mana kami harus mengulanginya kembali, contohnya “langit berwarna biru” atau “Apakah anda memiliki sepatu baru?” Saya menunggu kalimat apa yang Tuhan taruh di mulut Ibu Leonard. Kemudian dia mengucapkan tujuh kata yang mengubah hidup saya yaitu, “Saya harap kamu adalah gadis kecil saya.”
Seperti Marry Ann Bird, setiap orang dilahirkan dengan sebuah kekurangan. Namun, mari kita belajar seperti ibu guru Leonard, yaitu tidak melihat kekurangan dari hidup orang lain, namun menyatakan kasihnya yang tulus kepada setiap orang melalui kata-kata dan tindakannya, sehingga melalui dirinya kehidupan seorang gadis cilik diubahkan.
Jadi, marilah mengeluarkan kata-kata yang mampu mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik dan gunakan kata-kata kita untuk menghargai dan memberi semangat kepada setiap orang, karena setiap orang adalah berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, jadikanlah perkataan mulutku menjadi perkataan-Mu sendiri agar banyak orang yang kuubahkan hidupnya sehingga mereka penuh semangat karena memiliki pengharapan baru di dalam nama-Mu. Amin. (Dod).