Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Rabu, 30 Juni 2021)

Bacaan: 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Renungan:
Suatu hari ada seorang anak kecil penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya di depan sebuah supermarket. Ia menyesali keadaannya yang tidak seberuntung orang-orang kaya yang setiap hari berbelanja di situ. Tiba-tiba sebuah mobil mewah masuk ke halaman supermarket. Seorang anak dari keluarga kaya ada di dalam mobil mewah tersebut. Ia tidak ikut berbelanja, tetapi tetap di dalam mobil tersebut. Si anak penyemir sepatu melihat anak tersebut dalam mobil mewahnya. Ia berkata dalam hatinya, “Alangkah bahagianya jika saja aku yang ada di dalam mobil tersebut. Tentu aku tidak harus menyemir sepatu lagi, makananku enak-enak dan rumahku tentu menyenangkan.” Begitulah keinginan anak kecil penyemir sepatu itu. Sementara itu dari dalam mobil, si anak orang kaya itu memandang si anak kecil penyemir sepatu. Ia pun berkata dalam hatinya, “Alangkah senangnya jika aku dapat hidup bebas seperti tukang semir sepatu itu.” Tiba-tiba si anak kaya itu melambaikan tangan kepada si anak kecil penyemir sepatu itu sambil tersenyum. Si anak kecil penyemir sepatu itu segera mendatangi si anak kaya tersebut, sebab pikirnya ia akan dapat order menyemir sepatu. Setelah dekat, si anak kaya itu bertanya, “Maukah engkau menggantikan saya duduk di mobil ini dan saya menggantikanmu menyemir sepatu?” Si anak kaya itupun membuka pintu mobilnya. Si anak kecil penyemir sepatu itu sangat terkejut ketika melihat bahwa si anak kaya itu ternyata kedua kakinya lumpuh tidak bisa berjalan. Maka si anak kecil penyemir sepatu itu segera berbalik dan sambil lari menjauh ia menjawab, “Tidak! Tidak! Saya tidak mau. Saya mau seperti keadaan saya sekarang saja!”
Bukankah dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering iri hati terhadap teman, saudara atau tetangga kita yang kelihatannya berhasil? Padahal kita tidak tahu apakah kesuksesan mereka itu membahagiakan mereka atau tidak. Seringkali kita tidak bisa mengucap syukur karena merasa ‘rumput milik tetangga jauh lebih hijau.’ Seringkali kita berpikir keadaan orang lain jauh lebih nyaman dan lebih enak daripada kita, padahal kita tidak pernah tahu, kalau ada begitu banyak orang yang justru ingin bertukar tempat dengan kita dan menginginkan keadaan kita sekarang ini.
Oleh karena itu jangan selalu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, entah itu membandingkan kekayaan kita, pasangan hidup kita, anak-anak ataupun orang tua kita, sehingga kita tidak dapat mengucap syukur atas semua yang sudah Tuhan berikan untuk kita. Belajarlah untuk mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas setiap berkat yang kuterima dari-Mu walaupun berkat itu tidak seperti yang kuinginkan. Aku percaya semua yang Kau berikan padaku adalah yang terbaik untukku. Amin. (Dod).


Selamat pagi dan berkiprah dihari Rabu.Tuhan Yesus Yang Maharahim dan Sang Raja Damai membentengi kita sekeluarga dan umat manusia dimuka bumi yang berserah padaNya dengan para malaikat yang kudus dan menutup bungkus dengan DarahNya Yang Mahakudus serta melindungi kita sekeluarga dan manusia di seluruh dunia yang berserah padaNya dari pandemi Covid 19 serta memberi kesejahteraan dan kesehatan prima sepanjang tahun 2021. Amen. +BDGY.