Kamis, 23 September 2021

Kencan Dengan Tuhan (Selasa, 17 Agustus 2021)

Bacaan: Ayub 1:21 Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Renungan:
Suatu hari ada seorang kakek miskin yang sedang berjalan-jalan di kota. Tanpa sengaja dia menemukan sebuah buku tua yang lusuh di pinggir jalan. Dia membawa buku itu dan dijualnya ke sebuah perpustakaan. Semula, pihak perpustakaan tidak mau membeli buku itu. Namun waktu dia hendak pergi, petugas perpustakaan membeli buku itu dengan cara menukarnya dengan sebuah kain selebar 2 meter. Kakek itu pun menawarkan kain itu kepada seorang penjahit. Ternyata kata penjahit itu kain tersebut mahal dan dia mau menukarnya dengan 2 potong baju yang harganya sedikit lebih mahal. Setelah mendapatkan baju, kakek itu pergi dan menjual baju itu kepada seorang kaya yang tinggal di tengah kota. Ternyata, orang kaya itu pun mau membeli baju itu dengan harga tinggi. Kini kakek itu memiliki cukup banyak uang. Tidak disangka ada seorang pencopet yang berhasil mencuri dompetnya. Bukannya bersedih, kakek itu malahan tertawa terbahak-bahak. Kakek itu sadar bahwa semula dia memang tidak membawa apa-apa dan kini dia pun tidak membawa apa-apa.
Berbeda dengan kisah di atas, hampir setiap orang pasti kecewa dan merasa sedih jika kehilangan miliknya, baik itu harta, kedudukan, pekerjaan atau anggota keluarganya. Mereka lupa bahwa itu semua hanyalah pemberian Tuhan semata. Kita memang harus bersyukur untuk setiap berkat yang kita terima, namun kita tidak boleh marah jika hal itu diambil dari kita.
Kita bisa belajar dari Ayub. Dia adalah orang kaya yang saleh. Ketika dia jatuh miskin dan penyakitan, Ayub tidak marah pada Tuhan atau mengeluh sama sekali. Dia justru mengatakan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.” Kita datang ke dunia dengan tangan hampa. Kita juga akan pulang dengan tangan hampa. Segala sesuatu adalah berkat dari Tuhan. Janganlah kita mengikatkan diri kepadanya agar kita tidak merasa sakit ketika kehilangannya.
Ketika kita kehilangan sesuatu, itu bukan berarti Tuhan sengaja membuat kita kecewa. Namun saat itu, Tuhan hendak memberi kita sesuatu yang jauh lebih baik. Biarlah Tuhan yang berkarya dalam hidup kita. Dia akan selalu memberi yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk selalu mengucap syukur atas setiap hal yang terjadi dalam hidupku. Jangan biarkan aku melekat pada setiap berkat yang kuterima dari-Mu, agar ketika berkat itu terhilang aku tidak marah dan kecewa pada-Mu. Ajarilah aku hanya terikat erat pada-Mu saja. Amin. (Dod).
Selamat pagi dan berkiprah dihari Selasa 17 Agustus 2021 pesta kemerdekaan NKRI.
Pancasila dan NKRI serta UUD 45 sudah final dan harga mati!Dirgahayu NKRI Ke-76. Merdeka!