Rabu, 27 Oktober 2021

Kencan Dengan Tuhan (Selasa, 21 September 2021)

Bacaan: Roma 5:3-5
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”

Renungan:
Sebuah film Bollywood bercerita tentang 3 orang mahasiswa yang menjalin persahabatan dan senantiasa berusaha hadir serta saling membantu dan memotivasi di dalam setiap suka dan duka yang mereka alami. Sebuah ungkapan yang selalu menjadi andalan bagi mereka jika di antara mereka berada di dalam kesulitan hidup ialah all is well. Ungkapan tersebut memang sederhana, namun sangat berpengaruh di dalam hidup mereka masing-masing. All is well berarti semuanya baik-baik saja. Hal tersebut memang bisa dikatakan sebagai bentuk sugesti yang positif bagi mereka di dalam menghadapi persoalan atau tantangan. Tidak jarang ketika mereka masing-masing mengalami persoalan, ungkapan tersebut mendorong mereka untuk bertahan, bahkan membuat mereka menjadi lebih tenang sehingga bisa mengambil tindakan yang benar.
Perasaan khawatir, kehilangan, gagal, kecewa, putus asa dan sebagainya, adalah hal-hal yang seringkali dihadapi oleh setiap orang dalam kehidupannya. Beratnya persoalan yang dihadapi oleh seseorang akan sangat berpengaruh terhadap psikologis atau kejiwaan orang itu. Tidak jarang orang tersebut akan merasa menemukan jalan buntu di dalam permasalahannya. Pikiran dan perkataan kita dalam menghadapi setiap persoalan sangat berpengaruh bagi diri kita. Hal tersebut akan memengaruhi bagaimana sikap kita di dalam menghadapi permasalahan tersebut. Amsal 24:10 tertulis, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Di sini jelas dikatakan bahwa ketika kita tawar hati atau patah semangat dan terus terpuruk oleh keadaan tersebut, maka kita tidak akan mendapat kekuatan dan pengharapan.
Kunci yang dapat menjadi pegangan di dalam menghadapi setiap persoalan yang ada adalah percaya kepada Tuhan, kemudian diam, berarti tetap tenang dan bertahan di dalam setiap tantangan. Selanjutnya setia yang berarti taat di dalam melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan bergembira karena Tuhan, hal ini berarti tetap bersukacita walau bagaimanapun kondisi kita dalam menghadapi tantangan yang ada. Percaya, tenang, taat serta tetap bersukacita merupakan bentuk penyerahan diri kita secara total di dalam Tuhan. Kita akan melihat Tuhan bertindak di saat kita menyerahkan keberadaan kita sepenuhnya kepada-Nya. Semua akan baik-baik saja karena Tuhan mampu memberikan yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

Doa:
Tuhan Yesus, mampukan aku untuk bertahan di dalam menghadapi setiap tantangan dan masalah yang ada, dan ajarilah aku untuk terus berharap kepada-Mu. Amin. (Dod).