Minggu, 26 Juni 2022

Refleksi Akhir Tahun Kepengurusan 2019 – 2022 PUKAT NASIONAL

Sebagai lanjutan dari refleksi tahun pertama kepengurusan kami pada tanggal 23 Februari 2020 yang lalu (sebagai lampiran), maka perkenankan saya menyampaikan hal-hal berikut ini:

1. Hanya selang beberapa hari sejak refleksi/permenungan tersebut di atas selesai dan saya sampaikan, pada akhirnya pemerintah terpaksa menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai akibat pandemi Covid-19 yang melanda tanah air.

Pada awalnya semua berharap pembatasan ini hanya berlaku selama 3 atau maksimum 6 bulan saja, namun kita semua tahu bahwa sampai hari inipun kegiatan masih belum leluasa di lakukan. 
Bila pemerintah jadi melaksanakan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada tanggal 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022 nanti, maka berarti sudah 21 bulan  kita berada dalam suasana new normal alias hidup dengan kebiasaan baru.
Apakah itu?
Selain menjalankan prosedur kesehatan (prokes) ketika berada di dalam maupun terlebih di luar rumah, juga berarti pembatasan kegiatan langsung secara fisik di dunia bisnis maupun pendidikan.

2. Bagaimana menyikapi kondisi seperti ini?

Secara personal setiap anggota PUKAT pasti merasakan dampak negatif dari pandemi Covid-19 ini tanpa kecuali. Perusahaan harus ditata ulang karena berkurangnya pendapatan, profesi harus dikaji ulang menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan sebagainya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 5 propinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi, secara rata-rata ada sebanyak 5 dari setiap 10 perusahaan masih beroperasi seperti biasa, berarti mungkin ada 50% pelaku usaha mengalami krisis yang serius.
Kondisi seperti ini akan dapat membuat orang ber-putus asa, hilang kesabaran dan lain-lain hal negatif di banding ketika menjalani kehidupan normal sebelumnya. 
Namun, di tengah-tengah kondisi seperti ini para Pengurus PUKAT NASIONAL tetap teguh melakukan pelayanan, PUJI TUHAN.
Sisi baik (kalau boleh dikatakan demikian) dari pandemi ini, adalah orang mulai membiasakan diri dengan teknologi informasi.  Kita boleh bersyukur infrastruktur jaringan internet di tanah air sudah dapat menunjang kebutuhan komunikasi dengan menggunakan berbagai aplikasi.

3. PELAYANAN PUKATNAS

Di tengah situasi sulit seperti ini PUKATNAS juga masih bisa menggerakkan PUKAT untuk berbelarasa, yaitu melalui program PUKAT BANGUN NEGERI. 
Mendukung tenaga medis yang sedang berjuang membantu penderita Covid-19 dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), tabung oksigen, dlsb. 
PUKAT secara sporadis juga melakukan gerakan ber-belarasa kepada mereka yang kurang beruntung dengan membagikan makanan, sembako maupun masker pelindung hidung dan mulut.  Bahkan ketika terjadi bencana alam, meletusnya gunung ilie di NTT dan banjir melanda beberapa daerah, PUKAT turut pula mengulurkan tangan menghimpun dan menyalurkan dana bantuan. PUKAT juga turut pula berpartisipasi menggerakkan warga agar peduli lingkungan dengan menjadi relawan gerakan pembudidayaan cairan Eco Enzyme, mengurangi beban sampah kota dan menggunakan cairan Eco Enzyme sebagai media pembersih udara, air dan tanah pertanian.

4. PERSAUDARAAN PUKATNAS

Setiap komunitas pasti membutuhkan pertemuan anggota,  interaksi antara anggota menjadi sebuah keniscayaan, namun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian menjadi PPKM yang di terapkan Pemerintah pada hampir seluruh daerah menjadi kendala yang mutlak perlu di hadapi. 
Menghadapi hal ini kembali PUKAT tidak tinggal diam dan menyerah begitu saja. 
Mulai dengan menarik minat sekaligus memberi semangat kepada para pelaku usaha atau profesional (khususnya dalam bidang pendidikan) dibuatlah forum komunikasi melalui kelompok Whatsapps yang diberi nama PUKAT Bisnis Nettworking yang kemudian berkembang menjadi PUKAT Bizzom, yaitu berupa pertemuan seminggu sekali dalam bincang bisnis lewat aplikasi Zoom.  Sampai sat ini sudah ada sebanyak 57 kali pertemuan virtual yang dilaksanakan setiap minggu tanpa jedah sekalipun dalam satu tahun belakangan, yaitu sejak awal di mulainya pada bulan Oktober 2020 yang lalu.
Di samping itu, beberapa orang dalam tim kerja secara khusus mempersiapkan website PUKATNAS sebagai sarana informasi, komunikasi dan lain sebagainya, sehingga memudahkan setiap orang untuk meng-akses data informasi tentang PUKATNAS maupun PUKAT keuskupan/daerah.
Website pukatnas.id ini pada akhirnya berhasil di luncurkan pada bulan September 2020, masih di tengah hebohnya pandemi di seantero dunia.

5. SPIRITUALITAS PUKATNAS

Bagaimana Iman tetap di jaga agar tidak goyah menghadapi goncangan akibat pandemi?
PUKATNAS selain menyelenggarakan Misa Jum’at Pertama secara virtual dengan cara Streaming, sehingga bisa diikuti oleh PUKAT di manapun, juga mendukung terselenggaranya Misa Jum’at Pertama (Misa JUMPER) yang di selenggarakan oleh PUKAT keuskupan/daerah.
Selama pandemi ini sebenarnya muncul kesadaran banyak pihak untuk tetap teguh dalam iman dan kepercayaan, sehingga setiap orang sebenarnya punya kesempatan mendalami, apakah itu Kitab Suci/Injil. Katakese, sharing dan pengetahuan umum, theology maupun filsafat lewat media sosial, namun kemampuan kita memilihlah yang menentukan hasil gunanya.  
PUKATNAS setiap bulan mengajak rekan-rekan pengurusnya untuk sudi menyampaikan sharing iman yang di hidupi oleh masing-masing pribadi dengan maksud agar dapat memberi inspirasi dan memberi semangat untuk mau terus berjuang dan melayani.
Ada rekoleksi dan video nyanyi bersama para anggota PUKAT yang juga membuat relasi tetap terjaga selama pandemi dan ketika pertemuan fisik belum/tidak di mungkinkan.

6. Mengalami semua ini tentu saja saya tidak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus yang telah membimbing sampai di penghujung tahun 2021 ini dan pula di penghujung kepengurusan kami pada bulan Februari 2022 nanti. 
Waktu sebagai karunia yang luar biasa jualah yang mengantar kita semua sampai ke titik ini, maka saya teringat sebuah rangkaian kalimat berikut ini:
WAKTU, terlalu lambat untuk yang menunggu, terlalu cepat untuk yang merasa takut, terlalu panjang untuk yang berduka, terlalu pendek untuk yang bersuka, namun untuk yang mengasihi kedamaian, waktu adalah keabadian.
Di atas semua itu, untuk waktu dan kebaikan yang tersedia patut kita ucapkan rasa Syukur dan Terima kasih kepada sang Pencipta kita.

7. Sebagai organisasi yang taat asas, maka Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) PUKATNAS harus disusun sesuai dengan kebutuhan dan selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebelum kemudian di sahkan sebagai sebuah badan hukum PERKUMPULAN.
Pembahasan yang cermat dilaksanakan melalui beberapa kali pertemuan rutin setiap hari Kamis malam melalui aplikasi zoom, sehingga dalam tempo sekitar 3 bulan Tim Perumus yang terdiri dari 9 orang berhasil menyerahkan Rumusan final AD & ART PUKATNAS untuk di sahkan Menkumham menjadi Perkumpulan PUKAT NASIONAL.
Proses selanjutnya, adalah sosialisasi dan memberi kesempatan kepada anggota pengurus pleno untuk melakukan atau mengusulkan penyempurnaan, yaitu pada saat Konvensi Nasional IV nanti. 
Hal ini merupakan wujud dinamika demokratisasi di dalam organisasi Perkumpulan PUKATNAS.

8. Menyadari kurang/tidak idealnya proses belajar mengajar selama pandemi ini dan dikaitkan dengan pengaruhnya pada ketersediaan tenaga kerja, khususnya di dalam kita menghadapi momentum paling berharga bangsa Indonesia, yaitu Bonus Demografie,  maka di jalinlah komunikasi dengan Pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Webinar PUKATNAS yang di ikuti tidak kurang dari 600 orang secara umum terbuka memberikan bukti setidaknya PUKAT mampu dan di harapkan berperan juga dalam bidang pendidikan
Kita juga menyadari, bahwa dari dulu Gereja melakukan misinya selain pada bidang Kesehatan, juga Pendidikan, maka pantaslah kalau kita mengenang dan menghormati sosok Romo Van Lith sebagai pahlawan bangsa pada Hari Pahlawan Nasional.
PUKATNAS juga menyambut baik tawaran kerjasama Lembaga Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) guna melaksanakan program pemerintah yang di beri nama “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” (MBKM) dalam upaya menyiapkan generasi muda agar cepat berkarya.

9. Pengembangan kepemimpinan sebagai salah satu Misi PUKATNAS telah di awali dengan pelaksanaan program Orientasi Kepemimpinan PUKAT  (O.K. PUKAT).
PUKAT Makassar menjadi penyelenggaranya dan telah di laksanakan pada tahun 2019.  Mengalami jedah pada tahun 2020 karena pandemi, tapi pada tahun 2021 ini PUKAT Bandung menyelenggarakan secara virtual (online) sebanyak 9 kali pertemuan dengan nama Pukat Muda Leaders Academy (PMLA), saat ini masih sedang berlangsung.  

10. Pada akhirnya kepengurusan ini harus sudah mempersiapkan regenerasi anggota pengurusnya lewat ajang 3 tahunan yang ditunggu-tunggu, yaitu Konvensi Nasional IV. 
KONVENAS IV ini seperti sudah di tetapkan pada KONVENAS III yang lalu, akan di selenggarakan pada tanggal 26 & 27 Februari 2022 di Keuskupan Agung Makassar. 
PUKAT Makassar akan bertindak sebagai tuan rumah, maka sejak bulan Agustus 2021 yang lalu telah melaksanakan segala persiapan bersama, Tim Steering Committee (SC) dan Tim Organizing Committee (OC). 
Kita semua berharap pelaksanaan KONVENAS IV nanti dapat dilaksanakan secara offline atau kehadiran fisik peserta secara penuh, supaya memberi kesan mendalam seperti halnya pada Konvenas-konvenas yang sebelumnya.

Apa Tantangan dan Apa Harapan atau Apa Hasil yang Ingin Dicapai?
Merupakan tugas kita bersama untuk merumuskannya, baik di dalam kesempatan menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan di dalam KONVENAS IV nanti.
Untuk itu, saya selalu mengajak, mari kita terus terlibat di dalam gerak PUKAT mengolah Karya & Karsa, agar kita juga semakin mampu mencintai Kristus Raja Semesta Alam junjungan kita.

Kesimpulan/Kesan Umum:

Eksistensi PUKAT masih dalam “proses menjadi”, terdiri dari 3 elemen penting, yaitu:

  1. Para profesional & usahawan pada umumnya (tidak terbatas pada yang beragama Katolik), sehingga di sini muncul kebutuhan akan hal-hal terkait bisnis dan pengembangannya.
  2. Gereja Katolik, sehingga diperlukan pemahaman kita pada prinsip Ajaran Sosial Gereja (ASG) sebagai tata nilai etika/moral sebagai Profesional & Usahawan Katolik.
  3. Yesus Kristus sendiri, sehingga perlu terus memupuk kesadaran tentang VISI menghadirkan Kerajaan Allah di dunia, sehingga harus terus menerus memantapkan dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, tak lain karena itu adalah visi Kristus sendiri.

Secara statistik PUKAT ada di setiap keuskupan, namun kehadirannya tidak di semua tempat sama padatnya.
Setiap organisasi yang ingin tetap eksis membutuhkan pemenuhan yang dapat di kategorikan sebagai : KEBUTUHAN dan KEINGINAN.
Bagi PUKAT sebagai organisasi kategorial dalam lingkup Gereja Katolik, maka yang dapat dikategorikan sebagai KEBUTUHAN, adalah :

Berkumpul, Bertumbuh dalam iman, Bersyukur lewat berbagi dengan sesama.
(Bdk. Hukum Utama Kasih dari Mat.22: 37-39)

Dalam menyelenggarakan setiap kegiatan, PUKAT perlu memperhatikan “expectasi” atau harapan yang muncul dari pihak-pihak berikut ini:

  1. Penyelenggara sendiri (termasuk narasumber dan pendukung acara), apakah sebelumnya telah menetapkan target khusus seperti jumlah peserta dsb.
  2. Peserta kegiatan atau undangan acara tersebut. Namun perlu di sadari, bahwa “mereka hanyalah orang-orang yang berdiri dan menunggu”.
  3. Konten atau isi acara tersebut yang menuntut tindak lanjut (follow up) guna menunjang program berikutnya.

Dalam konteks  Inovasi Sosial , perlu di pahami bahwa “orang tidak membeli atribut”, tapi mereka mencari apa yang dapat menyelesaikan kebutuhan mereka. Mereka selalu ingin di penuhi kebutuhannya dan di puaskan keinginannya. Di sinilah PUKAT harus mampu berperan meletakkan dan memperjuangkan tata nilai Kristiani sesuai prinsip-prinsip ASG di dalam kiprahnya sebagai abdi Kristus di dunia nyata.

PUKAT harus menjadi umat Allah yang mewujudkan diri sebagai persekutuan (communio) yang berjalan bersama, berkumpul dan mengambil bagian (participatio) secara aktif dalam melaksanakan misi atau perutusan (missio)di seluruh dunia, yaitu Hadirnya Kerajaan Allah di dunia.

Selamat memasuki masa Advent menyongsong NATAL 2021.

Terima kasih.

Refleksi mengakhiri masa kepengurusan PUKATNAS periode 2019 – 2022.
Bandung, 27 November 2021.

Robert Hadi
Ketua Umum PUKATNAS
Periode 2019 – 2022

Silahkan download file pdf di sini: